Sedekah Bumi Desa Banyutowo

Perayaan Sedekah Bumi

 

 

 

Sedekah bumi adalah suatu upacara adat yang melambangkan atau implementasi dari rasa syukur manusia terhadap Tuhan Yang Maha Esa yang telah memberikan rezeki melalui bumi berupa segala bentuk hasil bumi. Upacara ini sebenarnya sangat populer di Indonesia, khususnya di Pulau Jawa.

Tradisi ini dilaksanakan pada hari “nahas tahun” atau pada awal bulan “Apit” atau Dzul Qa’dah yaitu menurut penanggalan masehi tahun 2017 ini jatuh pada bulan Agustus, namun bisa disesuaikan dengan waktu panen raya.Tempat pelaksanaan acara ini awalnya dilakukan di perempatan jalan, namun sekarang biasanya dilaksanakan di halaman Balai Desa Banyutowo

Upacara Sedekah bumi merupakan sebuah ritual yang biasanya di lakukan oleh masyarakat jawa, sedekah bumi berarti menyedekahi bumi atau niat bersedekah untuk kesejahteraan bumi. Bersedekah adalah hal yang sangat di anjurkan, selain sebagai bentuk dari ucapan syukur atas segala nikmat yang telah di berikan oleh Tuhan Yang Maha Esa, bersedekah juga dapat menjauhkan diri dari sifat kikir dan dapat pula menjauhkan diri dari musibah. Melihat dari semua itu, sungguh sangat perlu bagi Pemerintah Desa Banyutowo untuk melaksanakan ritual sedekah bumi. Bumi yang hakikatnya sebagai tempat hidup dan bertahan hidup bagi semua makhluk yang ada didalamnya, sudah selayaknya kita sebagai manusia yang sejatinya adalah khalifah atau pemimpin di muka bumi ikut menjaga dan mendo’akan agar keselamatan dan kesejahteraannya terjaga. Bila bumi sejahtera, tanah subur, tentram, tidak ada musibah, maka kehidupan di bumi pun akan terjaga dan manusia pun pada akhirnya yang memetik dan menikmati kesejahteraan itu.

Masyarakat Desa Banyutowo sebagian besar masih peduli pada pelaksanaan upacara-upacara adat, mereka masih meyakini akan manfaat dari pelaksanaan upacara adat yang sudah terselenggara sejak zaman dahulu, sehingga mereka masih melestarikan adat Sedekah Bumi.

Fenomena Upacara Sedekah Bumi di Desa Banyutowo

Warga Desa Banyutowo, Pati menggelar upacara Sedekah Bumi. Warga beramai-ramai membuat seserahan serta tumpeng buah dan nasi sesuai tradisi nenek moyang. Sekitar pukul 09.00 WIB warga terlihat berduyun-duyun memenuhi halaman Balai Desa Banyutowo. Warga yang didominasi para ibu-ibu ini membawa berbagai seserahan yang dibungkus kain. Isinya berupa makanan siap santap, seperti nasi kuning, roti, bahkan pisang ataupun buah-buahan untuk ditukar kepada seserahan warga lainnya. Menurut bapak Muktari (Kades Banyutowo)-“Sedekah bumi adalah sebuah upacara tahunan yang dilaksanakan oleh masyarakat Banyutowo, yang pelaksanaannya diikuti oleh seluruh warga desa dan setiap masing-masing orang membawa “berkat” atau sebuah nasi dengan lauk pauknya atau buah-buahan dari rumah. Kemudian warga berkumpul di “Balai Desa”. Tradisi sedekah bumi ini rajin digelar warga setiap setahun sekali yaitu Sedekah bumi dilaksanakan pada bulan “Apit” atau Dzul Qa’dah.

Tujuan dari dilaksanakan upacara sedekah bumi supaya keselamatan dan kebahagiaan dunia akhirat menyertai seluruh warga Desa Banyutowo dan sekitarnya. “Karena, segala rezeki yang kita dapat itu tidak hanya berasal dari kita sendiri, melainkan lewat campur tangan Tuhan”, kata Ketua Panitia Sedekah Bumi, Drs. Kasturi  (50) saat ditemui di lokasi, Kamis (10/08/2017). Pria ini telah 5 tahun berturut-turut mengawal sedekah bumi, warga diajarkan untuk terus mendekat pada Tuhan YME. Menurutnya, rezeki itu tidak semata-mata berupa uang saja, tapi juga kebahagiaan, kenyamanan dan keamanan berkehidupan dalam masyarakat. Upacara sedekah bumi menurut kepercayaan di Desa Banyutowo, wajib dilaksanakan setiap tahun sekali. Biasanya dengan melaksanakan upacara sedekah Bumi dipercaya akan mendatangkan kebaikan.

 

About S. Yono 24 Articles
Sekdes

Jadi yang Pertama Berkomentar

Tinggalkan Balasan